Suma'ah bercerita, bahwa pada masa kekhalifahan Ali bin Abu Thalib terjadi sebuah konflik yang diselesaikan oleh sang khalifah dengan cara sangat bijaksana.
Pada suatu hari seorang lelaki berjumpa sahabatnya, lantas berkata kepadanya, "Wahai sobatku, aku ingin memberitahumu tentang sesuatu."
"Apakah sesuatu yang hendak kau sampaikan kepadaku?" tanya sahabatnya. Dia tampak penasaran ingin segera mendapat informasi dari si Fulan.
"Begini sobat, semalam aku bermimpi berselingkuh dengan ibumu, "ungkap si lelaki itu ringkas, namun amat sangat jelas.
Mendengar keterusterangan lelaki itu, sang sahabat mukanya langsung merah padam. Dia merasa dipermalukan, meski tak ada orang lain yang ikut mendengarkan. Lalu, orang itu mengadukan lelaki itu kepada Khalifah Ali bin Abi Thalib.
"Wahai Amirul Mukminin, aku ingin melaporkan seorang lelaki padamu."
"Silakan. Terangkan kepadaku duduk persoalan kalian," sambut Ali.
"Orang ini telah mengada-ada terhadapku," kata si pengadu.
"Apa yang dia katakan kepadamu?" tanya Ali mulai menginterogasi.
"Dia berkata, bahwa dia telah bermimpi berselingkuh dengan ibuku," tutur orang itu.
Setelah mendengar penjelasan singkat tap lengkap dari si penggugat, Ali langsung membuat maklumat, "Sesuai dengan keadilan, jika engkau mau agar aku menegakkan keadilan, maka pukullah bayangan lelaki itu, karena mimpi itu seperti bayangan. Tapi, aku akan memukul lelaki yang bermimpi itu, agar lain kali tak mengulangi menyakiti hati orang lain, apalagi sahabat sendiri."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar